Showing posts with label UMUM. Show all posts
Showing posts with label UMUM. Show all posts

Wednesday, 31 January 2018

Fungsi utama kerodong untuk burung kicau

Bagi para Kicau Mania, tentunya sudah tidak asing dengan kerodong atau kain penutup sangkar burung. Dengan semakin banyaknya penggemar burung kicau, maka pengguna kerodongpun semakin banyak.

Bentuk dan motif kerodongpun semakin bervariasi dengan berbagai jenis bahan kain dan bermacam-macam warna yang menarik.

Selain sebagai aksesoris, fungsi dan manfaat kerodong sebetulnya sangat besar, bahkan menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan burung sehari-hari, serta menjadi salah satu poin penting untuk kesuksesan seekor burung agar menjadi jawara.

Beberapa fungsi dan manfaat kerodong untuk burung kicau:

• Mencegah stress

Manfaat kerodong yang pertama adalah untuk mencegah agar burung tidak stress, baik itu stress dalam perjalanan atau stress karena pindah tempat dilingkungan yang baru.

Kerodong akan membatasi pandangan burung dari suasana diluar sangkar sewaktu dalam perjalanan yang berpotensi membuat burung menjadi stress dan juga melindungi burung dari panas Matahari sewaktu dalam perjalanan.

Burung yang baru tiba dilingkungan baru juga memerlukan waktu untuk beradaptasi, dengan dikerodong akan membatasi interaksi burung dengan lingkungan sekitar yang masih asing bagi burung, untuk beberapa hari burung perlu dikerodong agar terbiasa dulu dengan iklim dan suasana ditempat barunya.

Selain itu, kerodong juga sangat bermanfaat untuk burung yang sedang dalam masa mabung/ngurak. Karena burung yang sedang mabung/ngurak membutuhkan suasana yang tenang agar bisa beristirahat dan fokus menyelesaikan masa mabungnya. Dengan dikerodong, setidaknya burung menjadi lebih tenang karena tidak melihat suasana diluar sangkarnya sehingga proses mabungnya dapat berjalan dengan lancar.

• Menjaga suhu didalam sangkar

Pada saat cuaca dingin/musim hujan, kerodong menjadi sangat penting untuk burung karena bermanfaat untuk melindungi burung dari udara dingin, sehingga suhu tubuh burung tetap stabil dan tetap pada tingkat yang ideal.

• Melindungi burung dari ancaman

Burung yang dipelihara dalam kandang tentunya sulit untuk melindungi diri dari bahaya disekitarnya, karena burung terkurung oleh kandang yang membatasi ruang geraknya.

Bahaya bisa datang dari serangan predator seperti tikus, kucing, ular dan binatang lainnya, karena kita tidak mungkin bisa mengawasi burung setiap saat. Dengan dikerodong, akan menutupi burung dari penglihatan binatang-binatang predator tersebut.

Selain dari predator, bahaya juga bisa datang dari serangga-serangga kecil yang bisa masuk kedalam sangkar melalui jeruji sangkar seperti nyamuk dan kupu-kupu beracun (kepik/kleper).

Untuk burung-burung tertentu seperti Kenari, sangat rawan dengan gigitan nyamuk. Karena kalau sampai kaki atau bagian tubuh lain dari Kenari tergigit nyamuk, maka bekas gigitan tersebut akan membengkak dan menimbulkan bubul yang bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati.

Sedangkan untuk burung-burung pemakan serangga, sangat rawan memakan serangga beracun (kepik/kleper) yang memasuki kandangnya, terutama pada malam hari dimana serangga-serangga tersebut sering mengerubungi lampu. Kalau sampai serangga beracun tersebut masuk kedalam kandang dan dimakan oleh burung, maka akan berakibat kematian pada burung.

Karena itu kerodong sangat penting digunakan terutama pada malam hari untuk melindungi keselamatan burung dari hal-hal yang tidak di inginkan, serta untuk melindungi burung dari cuaca dingin.

• Untuk menjaga emosi burung lomba

Untuk burung-burung lomba yang super fighter dan sensitif terhadap suara burung lain, pemakaian kerodong tentunya sangat berguna untuk meredam emosi burung dilokasi lomba sebelum naik gantangan.

Karena kalau burung terus berkicau membalas kicauan burung lain sebelum waktunya digantang tentunya akan gembos begitu waktunya digantang, karena staminanya sudah terkuras untuk berkicau sebelum lomba dimulai.

Jadi, fungsi kerodong menjadi sangat vital untuk burung-burung lomba yang super fighter untuk membatasi interaksinya dengan burung-burung lain yang bisa memancing emosinya. Untuk kondisi seperti itu, burung memerlukan kerodong yang tebal atau kerodong dobel agar lebih tenang.

• Untuk mengoptimalkan suhu panas didalam sangkar ketika dijemur (sauna)

Untuk burung-burung tertentu yang membutuhkan panas lebih seperti Cendet, tentu memerlukan penjemuran lebih lama agar suhu tubuhnya tetap ideal. Jadi, untuk mengoptimalkan panas sewaktu dijemur, bisa dilakukan jemur sauna/dijemur sambil dikerodong.

Menjemur burung dengan dikerodong (sauna) akan mengoptimalkan suhu didalam sangkar menjadi 2 kali lebih panas dari penjemuran tanpa kerodong, dan tentunya akan mempersingkat waktu penjemuran bagi Kicau Mania yang tidak memiliki banyak waktu untuk menjemur burungnya.

• Menjaga tingkat emosi burung yang kurang fighter

Untuk burung yang kurang emosi, dengan dikerodong setiap hari akan membuat burung terisolasi dari lingkungan luar dan akan membentuk mentalnya menjadi kuat. Dengan full kerodong, burung juga bisa beristirahat dengan tenang dan tidak membuang tenaga untuk berkicau setiap hari, sehingga pada waktu dilombakan, stamina burung menjadi lebih prima dan tingkat emosi serta birahinya juga menjadi lebih stabil karena burung tidak pernah berinteraksi dengan burung lain. Dan begitu melihat burung lain yang sejenis maka jiwa fighternya akan langsung muncul.

Pilihlah kerodong yang sesuai dengan karakter burung dan juga iklim disekitar lingkungan dimana burung dipelihara, karena tebal dan tipisnya bahan kerodong juga dapat mempengaruhi performa seekor burung.

Selain itu, kebersihan kerodong juga penting untuk diperhatikan agar burung terhindar dari serangan penyakit dan kutu yang berasal dari kerodong yang kotor. Sebaiknya kerodong dicuci seminggu sekali menggunakan detergent agar bersih dan steril.

Baca juga:

Perbedaan dan ciri fisik Prenjak tamu jantan dan betina

Cucak jenggot sangat cocok untuk master burung-burung lomba

Terapi untuk mengembalikan mental fighter Kacer

Demikian informasi tentang "Fungsi utama kerodong untuk burung kicau". Untuk informasi lain seputar burung kicau, dapat dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kerodong dapat melindungi burung dari stress perjalanan

Monday, 15 January 2018

Perbandingan performa antara burung yang mengkonsumsi voer dengan burung yang mengkonsumsi pakan alami

Bagi para penggemar burung kicau, terutama penggemar burung-burung pemakan serangga tentunya sudah tidak asing lagi dengan voer (pakan buatan pabrik), karena memang sudah menjadi pakan wajib untuk burung peliharaan agar lebih praktis dalam perawatan hariannya.

Dengan memberikan voer sebagai pakan hariannya, kita tidak lagi repot harus bolak-balik memberikan makanan untuk burung peliharaan kita. Selain itu, jika burung mengkonsumsi voer tentunya akan lebih irit dan biaya perawatannya menjadi lebih murah dibandingkan dengan yang mengkonsumsi full pakan alami.

Tapi bagaimana dengan performa burung yang mengkonssi voer tersebut..??
Apakah kandungan nutrisi dalam voer bisa setara dengan pakan alaminya..??

Pada kemasan pakan buatan pabrik (voer) biasanya dicantumkan tabel kandungan nutrisi dan semua unsur yang terdapat pada komposisi voer tersebut.

Kalau menurut tabel pada kemasan, kandungan nutrisi pada voer sebetulnya sudah cukup lengkap, dan seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian burung.

Tapi kenyataannya tidak demikian, walaupun semua unsur yang ada dalam pakan tersebut sudah cukup lengkap menurut yang tertera pada tabel dikemasannya, namun kenyataannya burung yang hanya mengkonsumsi voer saja performanya tidak bisa maksimal, dan kalah dengan burung yang mengkonsumsi pakan alami. Karena bagaimanapun juga, pakan alami tetap lebih bagus untuk seekor burung karena lebih sesuai dengan sistem metabolisme tubuh burung.

Oleh karena itu, dalam perawatan sehari-harinya sering kita berikan pakan tambahan/Ekstra fooding (EF) untuk melengkapi kebutuhan nutrisi burung. Tapi apakah pemberian Ekstra fooding (EF) tersebut sudah bisa mencukupi kebutuhan nutrisi burung.?? Tentu tergantung pada porsi pemberiannya.

Burung yang sehari-harinya lebih banyak mengkonsumsi makanan alami memiliki stamina yang lebih bagus daripada burung yang lebih banyak mengkonsumsi voer.

Kita ambil contoh Cucak ijo (CI) yang hanya mengkonsumsi buah-buahan dan Ekstra fooding (EF) seperti jangkrik, kroto, dan ulat hongkong (UH) sebagai menu pakan hariannya, atau Kenari yang hanya mengkonsumsi biji-bijian dan Ekstra fooding (EF) seperti sayuran, buah-buahan dan telur rebus setiap harinya.

Kedua jenis burung tersebut mampu berkicau sepanjang hari dari pagi sampai sore nyaris tanpa henti, dan staminanya tidak kendor sama sekali. Coba bandingkan dengan burung yang mengkonsumsi voer setiap harinya, walaupun rajin berkicau tapi kurang maksimal karena staminanya tidak akan bisa bertahan lama.

Mungkin burung juga sama seperti Manusia, contohnya kita yang dari kecil terbiasa makan nasi sebagai makanan pokok kita tentunya akan merasa ada yang kurang jika belum makan nasi walaupun sudah mengkonsumsi makanan lainnya.

Misalnya saja dalam sehari kita hanya makan roti atau mie saja, pasti kita akan merasa lemas tidak bertenaga. Mungkin demikian juga yang dirasakan oleh seekor burung yang akan tetap hidup dengan hanya mengkonsumsi voer yang sebenarnya bukan merupakan makanan pokoknya.

Seetulnya burung merasa tidak nyaman dengan hanya mengkonsumsi voer saja. Burung terpaksa memakan voer karena merasa lapar dan tidak ada pilihan lain selain mengkonsumsi voer tersebut.

Sebetulnya tidak ada burung yang menyukai voer, itu terbukti saat kita sediakan pakan alaminya berupa buah-buahan atau serangga, maka burung akan lebih memilih memakan pakan alami tersebut dan tidak akan memakan voer sebelum pakan alami yang kita berikan tersebut habis. Setelah pakan alaminya habis dan burung merasa lapar, maka voer menjadi pilihan tetakhir untuk dimakan.

Jadi, jika kita menginginkan burung yang kita pelihara memiliki performa yang maksimal, akan lebih baik jika setiap hari diberikan pakan alami saja dengan menu yang bervariasi agar burung tidak bosan dan kebutuhan nutrisinya lebih tercukupi.

Pemberian pakan alami memang akan sedikit merepotkan, biaya perawatannya juga menjadi lebih mahal tentunya. Tapi itulah konsekuensinya jika kita menginginkan performa burung kita lebih maksimal, karena memang itu yang terbaik untuk seekor burung, yaitu pakan alami yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Baca juga:

Metode pemasteran yang efektif untuk burung kicau

Perawatan untuk Kacer lapangan dan Kacer rumahan

Pakan dan Ekstra fooding (EF) yang cocok untuk Kacer

Demikian informasi tentang "Perbandingan performa antara burung yang mengkonsumsi voer dengan burung yang mengkonsumsi pakan alami". Untuk informasi lain seputar Burung kicau, dapat dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Jangkrik dan Voer

Sunday, 14 January 2018

Metode pemasteran yang efektif untuk burung kicau

Pemasteran adalah suatu cara untuk mengajarkan seekor burung agar dapat menirukan suara burung lain atau suara-suara lainnya yang menjadi masternya.

Tujuan dari pemasteran adalah agar burung yang dimaster tersebut memiliki banyak variasai isian/materi lagu sehingga suara kicauannya menjadi tidak monoton.

Pemasteran memang tidak wajib dilakukan, apalagi untuk burung-burung yang hanya dipelihara untuk rumahan saja. Tetapi untuk burung-burung yang dipelihara untuk tujuan lomba, maka pemasteran menjadi point yang cukup penting untuk dilakukan untuk memperkaya materi lagunya.

Jika materi lagunya lebih variatif tentu akan menjadi nilai tambah bagi burung tersebut ketika dilombakan, karena materi lagu juga termasuk dalam salah satu kriteria penilaian juri dalam lomba burung kicau.

Burung lapangan yang memiliki materi lagu lebih variatif dengan suara-suara tonjolan yang mewah serta dibawakan dengan irama lagu yang harmonis tentunya akan terlihat lebih istimewa dan lebih menonjol dibanding burung-burung lainnya, sehingga kemungkinan burung tersebut untuk menjadi juara akan lebih besar.

Pemasteran untuk burung kicauan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1. Menggunakan burung asli

Cara ini sangat efektif karena suara yang didengar oleh burung yang dimaster adalah suara alami dengan intonasi yang jelas. Suaranya juga bisa didengar sepanjang hari dengan jeda yang alami sehingga akan lebih mudah direkam oleh burung yang dimaster.

Kelemahan dari cara ini adalah membutuhkan biaya lebih banyak karena harus membeli burung-burung masteran yang sudah gacor yang harganya cukup mahal.

Disamping itu, kita juga harus meluangkan lebih banyak waktu untuk merawat burung-burung masteran tersebut, dan perawatan sehari-harinya juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit jika kita memelihara beberapa ekor burung masteran sekaligus.

2. Menggunakan Mp3 player

Cara ini sebetulnya kurang efektif karena berpotensi membuat burung yang dimaster menjadi stres dan jenuh karena suara dari Mp3 player yang terus berulang-ulang tanpa jeda yang alami.

Kualitas suara yang dihasilkan dari Mp3 player juga belum tentu bagus, intonasi serta frekuensinya juga tidak akan sebagus suara burung asli.

Kelebihan dari pemasteran menggunakan suara Mp3 adalah lebih praktis dan tidak memerlukan biaya yang mahal jika dibandingkan dengan menggunakan burung asli.

Jenis suara dari Mp3 player juga bisa lebih banyak dan lebih bervariasi tergantung keinginan kita tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan lagi. Selain itu, kita juga tidak perlu repot memikirkan perawatan sehari-harinya.

Baca juga:

Cara mengetahui kualitas dan karakter seekor Kacer dari ciri-ciri fisiknya (Katuranggan)

Perawatan untuk Kacer lapangan dan Kacer rumahan

Beberapa manfaat terapi umbaran untuk burung kicauan

Demikian informasi tentang "Metode pemasteran yang efektif untuk burung kicau". Untuk informasi lain seputar burung kicau, dapat dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Proses pemasteran burung

Tuesday, 26 December 2017

Beberapa manfaat terapi umbaran untuk burung kicauan

Kandang umbaran atau polier cukup penting sebagai terapi untuk burung kicauan, apalagi untuk burung-burung lomba yang mutlak harus memiliki stamina yang prima. Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari terapi umbaran, diantaranya:

• Menjaga kondisi fisik burung

Dengan terbang bolak-balik didalam kandang umbaran akan melatih fisik burung, sehingga kondisinya akan selalu fit dan prima. Stamina dan nafasnya juga akan semakin kuat karena dengan diumbar, seluruh otot-otot tubuh burung digunanakan untuk bergerak.

• Menguatkan otot-otot dada dan sayap burung

Terapi umbaran akan menguatkan otot-otot dada dan sayap burung yang berdampak pada kualitas suara burung menjadi lebih lantang dan bertenaga.

• Menguatkan nafas burung

Dengan terbang bolak-balik didalam kandang umbaran akan membuat nafas burung lebih panjang, sehingga burung lebih kuat untuk berkicau dari awal sampai akhir perlombaan.

Nafas yang panjang memang bisa dilatih dengan penjemuran atau bisa juga dengan terapi jemur sauna (burung kering kerodong kering), tapi akan lebih maksimal kalau fisiknya juga dilatih dengan terapi umbaran, sehingga burung bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus, yaitu nafas yang panjang dan stamina yang prima.

• Mencegah kegemukan

Dengan terbang bolak-balik didalam kandang umbaran, akan lebih cepat membakar kalori sehingga mencegah terjadinya penumpukan lemak pada tubuh burung.

• Mencegah stres

Dengan berada dikandang yang besar, burung bisa lebih leluasa bergerak mengepakkan sayapnya dan juga menjadi sarana refreshing untuk burung yang sudah terlalu lama berada dalam kandang berukuran kecil/sempit (kandang harian).

Tapi perlu diperhatikan, untuk melakukan pengumbaran tidak boleh asal-asalan saja memasukkan burung kedalam kandang umbaran. Kita harus melihat kondisi burung yang akan kita umbar, apakah burung tersebut perlu diumbar atau justru sebaliknya, burung perlu banyak istirahat karena kondisi fisiknya sedang tidak fit. Karena kalau sampai salah penerapan, bukannya menjadi lebih baik tapi justru akan bertambah parah (ngedrop).

Burung yang kondisi fisiknya sedang tidak fit dan dipaksakan untuk berolah raga, maka kondisi fisiknya akan semakin drop karena staminanya terkuras untuk terbang bolak-balik didalam kandang umbaran.

Burung yang akan diumbar harus dalam kondisi fisik yang benar-benar fit, karena pengumbaran akan sangat menguras stamina burung.

Dalam melakukan terapi umbaran juga harus disediakan pakan dan Ekstra fooding (EF), serta air minum yang cukup agar burung bisa makan dan minum semaunya.

Pemberian Ekstra fooding (EF) seperti jangkrik dengan porsi tanpa batas pada waktu diumbar bertujuan agar burung tidak kehabisan tenaga, karena suplai pakan selalu tersedia. Sebab pembakaran kalori yang besar harus di imbangi pula dengan asupan nutrisi yang memadai agar kondisi fisik burung tidak ngedrop.

Terapi umbaran bisa dilakukan 2-3 kali dalam seminggu agar burung tidak kelelahan. Untuk kandang umbaran sendiri usahakan ditempatkan di area yang terkena sinar Matahari secara langsung agar burung bisa sekalian berjemur. Usahakan juga agar penempatan kandang umbaran aman dari gangguan predator seperti kucing dan lainnya.

Plangkringan dibuat dengan posisi atas bawah, yaitu posisi bawah dibagian depan dan posisi atas dibagian belakang agar burung bisa terbang dengan posisi naik turun sehingga lebih efektif untuk olah fisik burung.

Dengan melakukan pengumbaran secara rutin dan teratur, maka lama-kelamaan kondisi fisik burung akan menjadi semakin fit dengan stamina yang semakin prima dan nafas lebih panjang sehingga saat dilombakan, burung akan tampil lebih maksimal dan full power.

Pada saat pertama di umbar, biasanya burung akan terlihat ngedrop karena belum terbiasa, tapi setelah terapi umbaran berjalan 1-2 bulan maka hasilnya akan mulai terlihat dengan peningkatan performa burung yang signifikan.

Pengumbaran sangat bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental burung, karena fungsinya mengembalikan burung seperti pada habitat asli dan kodratnya, yaitu terbang bebas mengepakkan sayapnya.

Burung yang sudah terlalu lama terkurung didalam kandang harian tentunya tidak pernah lagi menggunakan sayapnya untuk terbang, dan tentunya otot-otot dada dan sayapnya tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, karena itu secara tidak langsung kondisi tersebut akan berpengaruh pada kualitas suara kicauannya.

Baca juga:

Terapi sauna untuk mendongkrak emosi dan mental fighter Kacer

Tips perawatan burung bagi karyawan yang tidak punya banyak waktu luang

Perawatan khusus untuk Cendet/Pentet lapangan

Demikian informasi tentang beberapa manfaat terapi umbaran untuk burung kicauan. Untuk informasi lain seputar burung kicauan, dapat dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Terapi Kandang Umbaran

Tuesday, 22 August 2017

Penyebab dan ciri-ciri burung cacingan serta pengobatannya

Memelihara burung kicauan memang sangat menyenangkan, apalagi kalau burung yang kita pelihara tersebut dalam kondisi sehat dan rajin berkicau setiap hari.

Tapi adakalanya, burung yang semula lincah dan gacor tiba-tiba berubah menjadi lesu dan malas bunyi. Kalau sudah begitu, maka harus segera ditangani agar tidak bertambah parah, karena kemungkinan burung tersebut sedang dalam kondisi sakit.

Penyakit yang bisa menyerang burung kicauan jenisnya cukup banyak, di antaranya: penyakit pada mata (katarak), berak kapur, jamuran, kurang vitamin/gizi buruk, cacingan, tetelo dan masih banyak lagi penyakit lainnya yang bisa menyerang burung peliharaan kalau kita tidak memperhatikan kesehatannya.

Tapi pada artikel kali ini, kita hanya akan membahas tentang penyakit cacingan pada burung kicauan. Untuk jenis penyakit lainnya akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Cacingan adalah penyakit yang bisa timbul akibat kondisi kandang yang tidak dijaga kebersihannya atau kotor sehingga menyebabkan berkembangnya berbagai jenis bakteri dan bibit-bibit cacing yang bisa menular melalui pakan dan air minum yang dikonsumsi burung.

Burung yang tinggal didalam kandang yang kondisinya demikian, lebih berpotensi terjangkit penyakit cacingan.

Umumnya cacing yang masuk ke dalam tubuh burung akan bersemayam disaluran pencernaannya dan akan mengganggu sistem metabolisme dan ketahanan tubuh dari burung yang tertular cacingan tersebut.

Gejala-gejala penyakit cacingan pada burung kicauan:

• Nafsu makan burung masih tetap stabil, tapi kondisi tubuh burung tampak semakin kurus dari hari ke hari seperti kekurangan gizi.

• Burung terlihat sering mengantuk pada siang hari dengan mengangkat salah satu kakinya.

• Sering mengibas-ngibaskan sayapnya.

• Jika kondisi cacinga sudah parah, bulu-bulunya bisa mengalami kerontokan.

• Burung terlihat lesu dan sering mengembangkan bulunya (nyekukruk).

• Jika penyakit cacingan sudah sangat parah biasanya tubuh burung akan terlihat sangat kurus dengan tulang dada yang semakin nyilet, bulu-bulunya menjadi kusam dan rusak, stamina burung semakin menurun dan tidak aktif bergerak lagi, nafsu makan burung semakin menurun, dan kotorannya menjadi lebih encer atau mencret.

Jenis-jenis cacing yang biasa menjangkiti burung kicauan adalah: cacing rambut, cacing pita, cacing ampela, cacing gelang dan lainnya.

Penularan penyakit cacingan yang menjangkiti burung kicauan tidak hanya timbul dari kondisi kandang yang kotor dan tidak terawat saja, tapi juga berasal dari makanannya. Misalnya ketika makanan berupa serangga telah terjangkit bibit cacing dan kemudian serangga tersebut dikonsumsi oleh burung, maka bibit cacing tersebut akan ikut masuk kedalam tubuh burung yang mengkonsumsi serangga tersebut.

Begitu juga dengan kondisi air minum yang sudah lama tidak diganti atau sudah kotor kemungkinan akan tertular bakteri dan telur cacing. Karena itu, sebaiknya air minum diganti setiap hari dan cepuknya juga dicuci setiap hati agar selalu bersih dan steril.

Sedangkan untuk pengobatan burung yang terkena penyakit cacingan sebaiknya jangan memakai obat cacing untuk manusia karena dosisnya yang berbeda jauh dengan obat cacing khusus untuk burung.

Agar lebih aman sebaiknya menggunakan obat cacing khusus untuk burung karena dosisnya telah disesuaikan untuk segala jenis burung.

Setelah diberikan obat cacing, selanjutnya burung di asingkan/disendirikan dulu. Tempatkan butung didalam kandang khusus dengan diterangi lampu pijar untuk menghangatkan tubuh burung yang terkena penyakit cacingan tersebut.

Berikan porsi Ekstra fooding (EF) sekenyangnya agar berat badannya kembali normal. Berikan juga Vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh burung agar kembali fit.

Setelah burung sembuh dari cacingan dan kondisinya sudah kembali normal seperti semula, sebaiknya pola perawatannya seperti mandi, jemur dan menu pakan serta air minumnya harus benar-benar dijaga kebersihannya. Kandang dan perlengkapannya juga harus selalu bersih agar burung merasa nyaman dan selalu sehat serta tidak tertular cacingan lagi.

Baca juga:

Cara merawat Tledekan Gunung bahan/bakalan agar bertahan hidup dan rajin bunyi

Tips perawatan Ciblek agar gacor dan ngebren

Tips perawatan burung bagi karyawan yang tidak punya banyak waktu luang

Demikian informasi tentang penyebab dan ciri-ciri burung cacingan serta pengobatannya. Untuk informasi lain seputar Burung kicauan bisa dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Nyekukruk salah satu ciri burung cacingan

Tuesday, 15 August 2017

Tips perawatan burung bagi karyawan yang tidak punya banyak waktu luang

Saat ini hobi memelihara burung memang sedang ramai-ramainya dan melanda hampir pada semua kalangan, dari kalangan masyarakat kelas bawah sampai kelas atas, dari profesi kuli sampai pengusaha bahkan pejabatpun juga banyak yang memiliki hobi memelihara burung kicauan.

Untuk memelihara burung kicauan tentu harus bisa meluangkan waktu untuk mengurus dan merawatnya, karena burung kicau membutuhkan perawatan ekstra agar burung yang kita pelihara tersebut rajin berkicau. Tentunya perawatan tersebut cukup menyita waktu.

Terus bagaimana untuk Kicau Mania yang berprofesi sebagai karyawan yang harus berangkat pagi dan pulang sore..??

Tentunya akan sulit untuk membagi waktu karena tuntutan pekerjaan. Tapi bukan berarti tidak bisa, jangan sampai karena keterbatasan waktu menyebabkan burung kesayangan kita menjadi tidak terurus. Kita bisa menyiasatinya dengan perawatan yang sederhana saja, misalnya sebagai berikut:

• Usahakan tiap hari untuk bangun lebih pagi untuk mengembunkan burung.

• Sediakan pakan dan minumnya termasuk Ekstra fooding (EF) seperti jangkrik, ulat hongkong (UH) dan kroto untuk burung pemakan serangga.

• Sediakan buah-buahan seperti pisang, pepaya, apel atau buah-buahan segar lainnya untuk burung-burung pemakan buah dan juga pakan-pakan lainnya sesuai jenis burungnya masing-masing.

• Kemudian kalau waktu kita cukup, usahakan untuk memandikan burung terlebih dulu sebelum berangkat kerja lalu dijemur sebentar. Tapi kalau waktu kita terlalu mepet, langsung gantang saja ditempat yang terkena sinar matahari pagi, agar burung bisa berjemur untuk menghangatkan tubuhnya walaupun cuma sebentar. Sedangkan untuk aktivitas mandi, bisa kita lakukan pada sore hari sepulang kita bekerja.

• Setelah semuanya selesai, bisa kita tinggal dulu untuk melakukan aktivitas lainnya atau untuk bersiap-siap seperti untuk mandi, ganti baju dan sarapan sambil menikmati kicauan merdu burung kesayangan kita sampai waktunya kita berangkat kerja.

• Kalau lingkungan rumah kita aman dari gangguan predator yang bisa mengancam keselamatan dari burung kita dan juga aman dari tindak pencurian, maka burung bisa kita tinggal diluar rumah, tapi kalau kita kuatir akan terjadi apa-apa pada burung kita, sebaiknya sebelum berangkat kerja burung dimasukkan kedalam rumah dulu dan agar lebih aman sebaiknya burung dikerodong.

• Sore hari sepulang kerja kembali burung dikeluarkan, buka kerodong untuk diangin-anginkan sebentar lalu mandikan burung dikeramba sampai puas.

• Bersihkan kotorannya dan ganti air minumnya. Setelah burung selesai mandi, berikan jangkrik sesuai settingan hariannya dan biarkan burung didis dulu sampai semua bulu-bulunya kering.

• Kalau masih ada sinar Matahari, sebaiknya burung dijemur untuk menghangatkan tubuhnya. Setelah semua bulu-bulunya kering, burung kembali dikerodong untuk istirahat.

Perawatan ekstra bisa kita lakukan seminggu sekali pada saat libur kerja:

• Pagi burung di embunkan, berikan jangkrik sesuai settingan hariannya.

• Jam 07.00 pagi burung dimandikan, sebaiknya burung dibiasakan untuk mandi dikeramba agar burung bisa mandi sepuasnya.

• Sambil menunggu burung selesai mandi, kandangnya dibersihkan dari semua kotoran, kalau perlu kandang dan kerodongnya dicuci menggunakan detergent sampai bersih.

• Setelah selesai mandi, burung diangin-anginkan sampai semua bulu-bulunya kering baru dijemur 1-2 jam, pakan dan air minumnya sebaiknya tetap diberikan untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.

• Setelah selesai dijemur, burung di angin-anginkan dulu ditempat yang teduh dan diberikan kroto segar sebanyak 1 cepuk.

• Kalau kita punya kandang umbaran/polier, sebaiknya burung diumbar untuk melatih fisiknya sekaligus sebagai sarana refreshing untuk burung seminggu sekali agar burung selalu sehat dan tidak stres.

Baca juga:

Tips perawatan Jalak Suren Jawa (Lokal) agar cepat gacor

Tips perawatan Cucak Ijo (CI) bakalan agar cepat jinak dan rajin bunyi

Settingan harian untuk Murai Batu (MB) agar cepat gacor

Cara melatih mental fighter Kacer agar tangguh dan siap lomba

Demikian sedikit informasi tentang tips perawatan burung bagi karyawan yang tidak punya banyak waktu luang. Untuk informasi lain seputar burung kicau bisa dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kacer poci dan Cucak ijo (CI)

Infoburungindo Cara Melatih Jalak Kebo Mata Putih Biar Dapat Bicara

Burung Jalak Kebo/Jalak Penyu yaitu salah satu jenis burung kicau yang cepat gacor dan sangat cerewet, bahkan bila telaten melatihnya burung...