Saturday, 23 September 2017

Cara merawat Anis Kembang (AK) agar rajin bunyi

Memelihara Anis Kembang (AK) sebetulnya tidak terlalu sulit, karena burung ini cukup bandel dan tidak memerlukan perawatan khusus yang merepotkan.

Kalau dibandingkan dengan Anis Merah (AM) misalnya, Anis Kembang (AK) secara umum lebih mudah untuk bunyi, lebih tahan stres, suaranya lebih merdu, dan kalau sama-sama sudah jadi (gacor), Anis Kembang (AK) nyaris tidak pernah berhenti berkicau selama tidak dikerodong atau diletakkan di tempat gelap.

Tipe suara Anis Kembang (AK) yang ngeroll, cenderung mendominasi suara kicauan burung lainnya kalau digantang bersama.

Anis Kembang (AK).bisa memiliki isian variatif, dan memiliki warna suara yang merdu. Berbeda dengan warna suara burung kicau lainnya, meski volume suaranya bisa sangat keras, tapi terdengar empuk dan tidak memekakan telinga.

Berikut ini adalah perawatan Anis Kembang (AK) yang tepat agar rajin bunyi:

Kandang

Anis Kembang (AK) bisa dipelihara dalam kandang kotak ukuran 40x40x60 cm atau bisa juga dalam kandang bulat dengan diameter 30 cm. Sementara tenggeran/tangkringan bisa dibuat dengan diameter 1,5 cm dengan bahan cabang kayu asam, karena tekstur kulitnya yang kasar berguna untuk mengasah paruh Anis Kembang (AK) agar tidak runcing.

Untuk perawatan hariannya, Anis Kembang (AK) tidak perlu dikerodong dan hanya perlu dikerodong pada malam hari saja agar tidak kedinginan dan untuk mengantisipasi agar Anis Kembang (AK) tidak memakan serangga beracun yang biasa mengerubungi lampu dimalam hari.

Pakan

Hal utama yang perlu diperhatikan dalam soal pakan untuk Anis Kembang (AK) adalah menu pakan yang variatif sehingga burung kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya.

Perawatan harian

• Jam 05.00 pagi burung dikeluarkan dan diangin-anginkan di teras agar menghirup udara segar.

• Jam 07.00 pagi burung dimandikan dengan cepuk, keramba atau disemprot halus dengan sprayer tergantung kebiasaan.

• Bersihkan kandangnya, ganti atau tambahkan voer, air minum dan buah segar.

• Berikan jangkrik 5 ekor, letakkan dalam cepuk ekstra fooding (EF).

• Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam setiap hari mulai jam 07.00-09.00 pagi.

• Setelah dijemur, burung di gantang ditempat yang ramai agar terbiasa dengan keramaian dan berani berkicau walaupun ada orang disekitarnya.

• Siang sampai sore (jam 10.00-15.00) Anis Kembang (AK) dapat dimaster dengan Mp3 player atau di tempel dengan burung-burung masteran sesuai keinginan kita.

• Jam 15.30 kandang dibersihkan kembali, burung bisa dimandikan bila perlu, kemudian berikan jangkrik 5 ekor.

• Jam 18.00 burung dikerodong dan bisa di perdengarkan suara masteran kembali selama 2-3 jam sebelum burung tidur.

• Kroto segar bisa diberikan 1-2x seminggu dengan porsi 1 cepuk untuk sekali pemberian.

• Cacing bisa diberikan 3x seminggu sebanyak 2 ekor untuk sekali pemberian.

• Buah segar diberikan rutin setiap hari dengan menu yang bervariasi seperti pisang kepok, pepaya, sawo, apel dan lainnya agar Anis Kembang (AK) tidak bosan dan tercukupi kebutuhan nutrisinya.

• Berikan vitamin khusus untuk burung kicau seminggu sekali dicampurkan dalam air minumnya.

Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, maka Anis Kembang (AK) akan lebih rajin bunyi dan gacor.

Baca juga:

Cara membentuk Kacer agar lebih fighter, gacor dan buka ekor

Tips perawatan Ciblek agar gacor dan ngebren

Cara merawat Cucak Jenggot agar cepat gacor

Tips perawatan Cucak Ijo (CI) bakalan agar cepat jinak dan rajin bunyi

Demikian sedikit informasi tentang cara merawat Anis Kembang (AK) agar rajin bunyi. Untuk informasi lain seputar burung Anis bisa dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Anis Kembang (AK)

Sunday, 17 September 2017

Ciri-ciri Jalak Suren jantan dan betina yang akurat

Jalak Suren merupakan jenis burung monomorfik, dimana antara burung jantan dan betina memiliki bentuk fisik dan warna bulu yang sama. Tapi jika dibandingkan dan diperhatikan dengan seksama, ada beberapa ciri-ciri khusus yang membedakan antara Jalak Suren jantan  dan betina.

Untuk mengidentifikasi jenis kelamin Jalak Suren dengan lebih mudah adalah ketika Jalak Suren sudah berusia 10 bulan lebih atau sudah dewasa. Karena pada usia tersebut, sudah mulai muncul perbedaan yang mendasar antara Jalak Suren jantan dan betina.

Ciri-ciri khusus yang membedakan jenis kelamin Jalak Suren jantan dan betina:

• Pada bagian anus Jalak Suren jantan berwarna kebiruan atau ungu. Tanda tersebut hanya muncul pada Jalak Suren jantan yang sudah dewasa, sedangkan pada Jalak Suren betina tidak ada perubahan, warna anusnya tetap putih agak kemerahan.

• Selaput kulit disekitar mata Jalak Suren jantan terlihat lebih tebal dan berwarna oranye cerah, sedangkan pada Jalak Suren betina, selaput kulit disekitar matanya berwarna orange pudar/pucat.

• Warna bulu dibagian kepala dan punggung Jalak Suren jantan terlihat lebih mengkilap, sedangkan bulu pada bagian kepala dan punggung Jalak Suren betina terlihat agak kusam.

• Postur tubuh Jalak Suren jantan lebih besar dan panjang serta terlihat gagah, sedangkan postur tubuh Jalak Suren betina lebih kecil dan pendek, serta terlihat lebih bulat/buntet.

• Pada saat berkicau, baik Jalak Suren jantan maupun betina sama-sama akan mengembangkan jambulnya, tapi kalau diperhatikan lebih seksama, jambul Jalak Suren jantan terlihat lebih njabrik.

• Perilaku Jalak Suren jantan juga lebih aktif, lebih agresif, dan selalu ingin menyerang, sedangkan Jalak Suren betina perilakunya lebih kalem.

• Ketika berkicau, Jalak Suren jantan sering terlihat membusungkan dadanya.

• Suara kicauan Jalak Suren jantan juga lebih bervariasi, lebih nyaring dan lebih keras dibandingkan dengan Jalak Suren betina.

Baca juga:

Tips perawatan Jalak Suren Jawa (Lokal) agar cepat gacor

Ciri-ciri Tledekan Gunung jantan dan betina

Ciri-ciri Cucak Ijo (CI) jantan dan betina muda/trotolan yang akurat

Ciri-ciri perbedaan Cucak Jenggot jantan dan betina

Demikian informasi tentang ciri-ciri Jalak Suren jantan dan betina yang akurat. Untuk informasi lain seputar burung Jalak bisa dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Anus Jalak Suren jantan dan betina

Saturday, 16 September 2017

Ciri-ciri Tledekan Gunung jantan dan betina

Tledekan Gunung merupakan salah satu burung yang cukup mudah dikenali jenis kelaminnya, karena antara burung jantan dan betina memiliki warna bulu yang berbeda, seperti halnya Kacer, Murai Batu (MB) dan Cucak Ijo (CI).

Secara umum, Tledekan Gunung jantan memiliki lebih banyak variasi kicauan dengan volume suara yang keras dan tajam. Sedangkan Tledekan Gunung betina, suara kicauannya cenderung monoton dengan volume suara yang kecil.

Berikut ini adalah ciri-ciri Tledekan Gunung jantan dan betina:

Agar tidak salah dalam memilih jenis kelamin Tledekan Gunung, sebaiknya kita perlu mengetahui perbedaan fisik antara burung jantan dan betina sebagai panduan sebelum kita memelihara burung fighter ini.

• Kalau kita berniat memelihara Tledekan Gunung anakan/trotolan, perhatikan warna bulu pada bagian tepi sayapnya, tepi ekor dan juga pada bagian ujung ekornya yang cenderung berwarna hitam kebiruan pada burung jantan.

• Sedangkan warna bulu pada anakan/trotolanTledekan Gunung betina pada bagian tepi sayap, tepi ekor dan ujung ekornya cenderung berwarna coklat kusam.

• Pada Tledekan Gunung jantan muda sudah terlihat warna biru langit yang mulai tumbuh di sebagian bulu bagian atas tubuhnya, dan pada Tledekan Gunung jantan dewasa, warna bulunya mulai dari kepala bagian atas, punggung, sampai pada ujung ekornya berwarna biru tua, dan warna dari pangkal paruh bagian bawah sampai bagian anusnya berwarna merah jingga.

• Sedangkan warna bulu pada Tledekan Gunung betina dewasa, mulai dari kepala sampai ujung ekornya berwarna coklat kusam, dan dari pangkal paruh bagian bawah sampai ujung anusnya berwarna merah jingga pucat.

Baca juga:

Cara merawat Tledekan Gunung bahan/bakalan agar bertahan hidup dan rajin bunyi

Ciri-ciri perbedaan Cucak Ijo (CI) jantan dan betina muda/trotolan yang akurat

Ciri-ciri perbedaan Cucak Jenggot jantan dan betina

Ciri-ciri Murai Batu (MB) bermental petarung

Demikian informasi tentang ciri-ciri Tledekan Gunung jantan dan betina. Untuk informasi lain seputar Tledekan Gunung bisa dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Tledekan Gunung jantan dan betina

Monday, 11 September 2017

Ciri-ciri perbedaan Cucak Ijo (CI) jantan dan betina muda/trotolan yang akurat

Untuk membedakan jenis kelamin Cucak ijo (CI) dewasa memang sangat mudah walaupun oleh pemula sekalipun, karena perbedaan antara Cucak ijo jantan dan betina yang sudah dewasa akan terlihat sangat jelas dengan adanya warna hitam dibagian muka sampai leher bagian depan untuk Cucak ijo jantan yang sudah dewasa (atau biasa disebut nopeng/topeng), sedangkan Cucak ijo betina tidak nopeng.

Tapi akan lain ceritanya untuk Cucak ijo (CI) yang masih muda (trotolan), karena cukup sulit untuk membedakan jenis kelaminnya. Apalagi untuk kita yang masih pemula, karena penampilan fisik antara Cucak ijo jantan dan betina yang masih muda/trotolan memang hampir serupa.

Tapi jika diperhatikan dengan lebih seksama, ada beberapa ciri-ciri perbedaan antara Cucak ijo (CI) jantan dan betina yang bisa kita jadikan bahan pertimbangan sebelum kita memutuskan untuk membeli Cucak ijo muda/trotolan.

Ciri-ciri Cucak Ijo (CI) jantan dan betina muda/trotolan:

• Cucak ijo (CI) jantan trotolan, memiliki lingkaran bulu alis disekitar mata yang berwarna kuning tua, sedangkan bulu alis mata Cucak ijo betina trotolan berwarna kuning pudar agak keputihan.

Bulu-bulu kuning disekitar mata Cucak ijo (CI) jantan trotolan nantinya akan rontok dan akan berganti dengan bulu-bulu baru berwarna hitam mengkilap sampai pada bagian leher setelah dewasa. Sedangkan bulu-bulu kuning disekitar mata dan leher Cucak ijo betina trotolan, akan semakin pudar dan berwarna putih setelah dewasa.

• Paruh bagian bawah Cucak ijo (CI) jantan trotolan berwarna coklat kehitaman dan akan menjadi hitam pekat setelah dewasa. Sedangkan pada Cucak ijo betina trotolan, paruh bagian bawahnya berwarna putih kehitaman (semu hitam).

• Cekungan pada paruh bagian bawah Cucak ijo (CI) jantan berbentuk huruf "V", sedangkan cekungan pada paruh bagian bawah Cucak ijo betina berbentuk huruf "U".

• Perbedaan yang cukup jelas terlihat pada bagian lehernya, karena bulu pada bagian dagu sampai leher Cucak ijo (CI) jantan trotolan berwarna kuning tua, bulu-bulu kuning tersebut lama-kelamaan akan rontok dan berganti dengan bulu-bulu totol hitam seiring bertambahnya usia, sampai akhirnya menjadi full berwarna hitam pekat setelah dewasa. Sedangkan bulu dibagian leher sampai dagu Cucak ijo betina trotolan berwarna kuning pudar, dan lama-kelamaan akan menjadi putih setelah dewasa.

• Supit udang Cucak ijo (CI) jantan terasa agak keras kalau ditekan dengan jari dan jaraknya cukup rapat, sedangkan supit udang Cucak ijo betina terasa lunak jika ditekan dengan jari dan jaraknya lebih lebar/renggang.

• Cucak ijo (CI) yang masih muda/trotolan kakinya masih terlihat basah, sedangkan Cucak ijo dewasa, kakinya sudah kering (bersisik). Jadi kalau menjumpai Cucak ijo yang kakinya sudah kering (bersisik) tapi belum nopeng, berarti Cucak ijo tersebut kemungkinan besar adalah berjenis kelamin betina.

Baca juga:

Perawatan khusus untuk Cucak Ijo (CI) agar gacor dan ngentrok

Tips perawatan Cucak Ijo (CI) bakalan agar cepat jinak dan rajin bunyi

Cara merawat Cucak Jenggot agar cepat gacor

Demikian informasi tentang ciri-ciri perbedaan Cucak Ijo (CI) jantan dan betina muda/trotolan yang akurat. Untuk informasi lain seputar Cucak Ijo (CI) bisa dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak Ijo (CI) jantan dan betina muda/trotolan

Sunday, 3 September 2017

Ciri-ciri Murai Batu (MB) bermental petarung

Murai Batu (MB) adalah salah satu jenis burung kicauan yang paling populer di Indonesia. Murai Batu adalah tipe burung fighter (petarung), jadi point utama yang harus dimiliki oleh seekor Murai Batu untuk bisa menjadi juara adalah harus memiliki mental fighter yang tangguh. Karena sebagus apapun materi yang dimiliki seekor Murai Batu, tidak akan ada gunanya kalau tidak didukung dengan mental yang kuat.

Karena untuk bisa tampil dilapangan dan mengeluarkan semua potensi yang dimiliki, harus didukung dengan mental yang kuat agar tidak down saat menghadapi lawan-lawannya di atas gantangan yang tentunya adalah burung-burung pilihan dengan kualitas terbaik.

Setelah Mental baru ke Volume suara, Irama lagu, Materi isian dan Stamina, sehingga Murai Batu bisa kerja ngedur dari awal sampai akhir lomba. Beberapa point diatas masih bisa dibentuk/dipoles, seperti Materi isian yang bisa dibentuk dengan cara pemasteran dan juga Stamina yang bisa dilatih dengan cara penjemuran dan pengumbaran.

Tapi untuk soal Mental, Volume suara, dan Irama lagu, itu mutlak adalah bakat alami dari masing-masing individu Murai Batu, kita hanya bisa memoles dan memaksimalkan bakat alami yang sudah ada tersebut dengan perawatan dan threatment yang tepat.

Jadi intinya, untuk memiliki Murai Batu yang bisa berpotensi menjadi juara dalam lomba burung kicau, harus dimulai dari pemilihan bahan Murai Batu yang berkualitas/prospek.

Ciri-ciri Murai Batu (MB) bermental petarung:

• Mata besar dan melotot dengan sorot mata tajam seperti sedang marah, dan ada kesan merinding saat kita menatap mata Murai Batu tersebut.

• Postur tubuh ramping dan panjang dengan sayap yang mengapit rapat dikedua sisi tubuhnya.

• Berdirinya tegak membusungkan dada seolah bersikap menantang.

• Kakinya terlihat kokoh dengan cengkeraman yang kuat.

• Bentuk kepala papak/cepak dengan paruh panjang dan tebal.

• Leher besar dan kokoh.

• Bulu mengkilap kebiruan.

• Ekor lentur dan menyatu.

• Suara cetrekan rapat, keras dan padat.

• Gerakan lincah dan selalu waspada pada setiap pergerakan kita.

• Nafsu makannya besar/rakus.

• Biasanya Murai Batu dengan karakter fighter tinggi, perilakunya cenderung lebih agresif dan lebih sulit untuk dijinakkan.

Itulah beberapa ciri-ciri Murai Batu (MB) bermental petarung, semoga bisa menjadi panduan awal untuk memilih bahan/bakalan Murai Batu yang berkualitas dan dapat membanggakan nantinya. Karena Murai Batu dengan mental yang bagus akan lebih mudah dibentuk daripada Murai Batu yang bermental jelek.

Karena ketika Murai Batu di ikut sertakan dalam lomba burung kicau, maka yang pertama akan di uji dari Murai Batu tersebut adalah kualitas mentalnya. Jika Murai Batu tidak memiliki mental baja, pasti akan langsung down begitu bertemu dengan lawan-lawannya di atas gantangan yang tentunnya adalah burung-burung pilihan dengan kualitas di atas rata-rata Murai Batu kebanyakan.

Jadi, sebagus apapun materinya dan sekuat apapun staminanya, akan sia-sia kalau mental dari Murai Batu tersebut tidak ada.

Baca juga:

Tips perawatan Murai Batu Borneo/Kalimantan agar rajin bunyi

Cara melatih mental fighter Kacer agar tangguh dan siap lomba

Perawatan yang tepat untuk Murai Batu (MB) muda hutan (MH) agar cepat ngeplong dan gacor

Demikian informasi tentang ciri-ciri Murai Batu (MB) bermental petarung. Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB) bisa dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Murai Batu (MB)

Thursday, 31 August 2017

Tips perawatan dan pemasteran Kacer Wulung (Dada hitam) agar ngeplong dan gacor

Kacer Wulung (Dada hitam) saat ini memang kalah pamor dengan Kacer Poci (Dada putih), padahal secara kualitas Kacer Wulung tidak kalah dengan Kacer Poci.

Tapi walaupun tidak sepopuler dulu lagi, masih banyak penggemar setia burung ini yang sampai sekarang tetap merawatnnya. Walaupun kebanyakan hanya untuk klangenan dirumah saja, karena jarang ada EO lomba burung kicau yang membuka kelas khusus untuk Kacer Wulung.

Dari segi penampilan, Kacer Wulung (Dahit) terlihat sangat gagah karena rata-rata postur tubuh Kacer Wulung lebih besar dari kebanyakan Kacer Poci, gaya mainnya juga tidak kalah bagus.

Dari segi mental, rata-rata Kacer Wulung memiliki mental fighter yang lebih tangguh dari kebanyakan Kacer Poci. Tapi dari segi suara, Kacer Wulung memang kurang jernih (kurang kristal) jika dibandingkan dengan Kacer Poci. Tapi sebetulnya hal itu bisa disiasati dengan pemasteran yang tepat karena Kacer Wulung termasuk burung yang cukup cerdas untuk menirukan suara burung lain.

Untuk perawatan Kacer Wulung sebenarnya tidak jauh beda dengan perawatan Kacer Poci pada umumnya, hanya ada beberapa point saja yang dikhususkan.

Perawatan harian Kacer Wulung (Dahit):

• Setiap hari burung diembunkan mulai jam 05.00 pagi, dan berikan jangkrik 3 ekor.

• Jam 07.00 pagi burung dimandikan dikeramba, biarkan Kacer mandi sampai puas (Seminggu sekali mandikan dengan shampo khusus burung agar bulunya tetap mengkilap dan tidak kutuan).
Sambil menunggu Kacer selesai mandi, kandangnya dibersihkan, voer dan air minumnya disiapkan.

• Setelah selesai mandi, burung dimasukkan kembali kekandang harian untuk mengeringkan bulu-bulunya. Berikan 3 ekor jangkrik lagi.

• Setelah bulu-bulunya kering, kemudian dijemur selama 2-3 jam rutin setiap hari. Voer dan air minum sebaiknya tetap diberikan agar Kacer tidak kelaparan dan dehidrasi.

• Setelah selesai dijemur, gantang burung ditempat yang teduh. Berikan kroto segar 1 cepuk. Pemberian kroto cukup 2x seminggu.

Settingan ekstra fooding harian (EF) untuk Kacer Wulung:

• Berikan jangkrik sebanyak 6/6 pagi/sore.

• Ulat hongkong (UH) hanya diberikan pada saat cuaca dingin saja cukup 5 ekor yang masih berwarna putih (baru ganti kulit).

• Kroto segar diberikan 2x seminggu dengan porsi 1 cepuk setiap kali pemberian.

• Ulat daun pisang 1 ekor yang berukuran besar seminggu 1x. Cuci dulu dengan air bersih sebelum diberikan pada Kacer untuk menghilangkan serbuk putih pada permukaan tubuh ulat.

• Buah pepaya bisa diberikan seminggu 2x kalau Kacer doyan buah, tapi kalau Kacer tidak mau mengkonsumsi buah secara langsung, bisa diakali dengan memberikan buah pepaya pada jangkrik terlebih dulu sebelum diberikan pada Kacer.

Pemasteran:

Kunci utama dalam perawatan Kacer Wulung (Dada hitam) adalah pada tehnik pemasteran, karena kekurangan dari Kacer Wulung adalah pada suaranya yang kurang jernih/cenderung ngebass.

Kacer Wulung (Dada hitam) sebaiknya dimaster dengan suara burung-burung kecil yang memiliki karakter suara nyaring dan ngeroll agar nantinya Kacer Wulung tersebut memiliki variasi isian suara-suara nyaring dan ngeroll sebagai suara dominannya.

Pemasteran yang paling efektif adalah pada saat Kcer Wulung dalam masa mabung, karena pada saat mabung itulah burung lebih banyak diam dan beristirahat. Saat itulah Kacer lebih konsentrasi dalam menyerap materi suara masteran yang di ajarkan.

Agar lebih efektif sebaiknya Kacer selalu dikerodong, tempel setiap hari dengan burung-burung masteran seperti Kenari, Ciblek, Gelatik, Prenjak, dan lainnya. Kalau tujuannya untuk lomba, bisa ditambah dengan variasi suara tembakan dan besetan kasar agar terdengar lebih dominan, seperti suara Lovebird, Cucak jenggot dan Kapas tembak.

Setelah selesai masa mabungnya, Kacer Wulung (Dada hitam) sebaiknya tetap ditempel dengan burung-burung masterannya agar lebih fasih dalam menirukan suara burung-burung masteran tersebut.

Baca juga:

Cara membentuk Kacer agar lebih fighter, gacor dan buka ekor

Cara pemasteran untuk Kacer lapangan dan Kacer rumahan yang efektif

Cara merawat Kacer mabung/ngurak yang tepat

Demikian informasi tentang tips perawatan dan pemasteran Kacer Wulung (Dada hitam) agar ngeplong dan gacor. Untuk informasi lain seputar burung Kacer bisa dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kacer Wulung Lokal/Kacer Dada Hitam

Wednesday, 30 August 2017

Cara membentuk Kacer agar lebih fighter, gacor dan buka ekor

Memiliki Kacer yang gacor dan ngobra memang menyenangkan, karena kita tidak hanya dapat mendengarkan kicauannya saja, tapi juga bisa menikmati tarian ngobranya yang atraktif.

Sebetulnya tidak sulit untuk membuat Kacer agar gacor dan buka ekor atau ngebyak sendiri dirumah, karena pada dasarnya memang seperti itulah karakter asli dari burung Kacer.

Burung fighter ini, akan memamerkan gaya ngobra buka ekor dan sayap dan semua kemampuannya dalam berkicau saat bertemu lawan sesama Kacer untuk menunjukkan dominasinya atau untuk mempertahankan wilayah teritorialnya.

Sifat teritorial itulah yang sebenarnya menjadikan Kacer mudah untuk gacor dan ngobra. Tapi untuk mendapatkan Kacer yang bisa cepat gacor dan buka ekor, kunci utamanya adalah pada pemilihan bahan Kacer yang berkualitas.

Karena pada dasarnya, jagoan ditempat asalnya masih berpotensi untuk menjadi jagoan ditempat yang baru karena sejak lahir sudah dibekali mental yang tangguh. Tapi pecundang ditempat asalnya, akan cenderung tetap menjadi pecundang ditempat yang baru karena mentalnya memang lemah.

Ciri-ciri bahan Kacer yang prospek:

Mata

Kita bisa membaca karakter seekor Kacer dari matanya. Pilihlah Kacer dengan mata yang besar melotot dengan sorot mata tajam seolah mengintimidasi.

Ada kesan merinding saat kita menatap mata Kacer tersebut, sorot matanya seperti saat kita melihat mata orang yang sedang marah. Bayangkan saja, jika kita saja merasa merinding ketika menatap matanya, bagaimana dengan lawan-lawannya sesama Kacer..??

Jangan memilih Kacer yang matanya terlihat kecil dan terkesan redup atau sayu, karena Kacer tersebut mentalnya kurang kuat dan tidak memiliki karakter menyerang. Kacer seperti ini tetap bisa gacor, tapi tidak kuat mental untuk menghadapi intimidasi dari  kacer-kacer lain yang berkarakter bringas.

Postur tubuh

Biasanya, rata-rata Kacer dengan mental yang bagus juga didukung dengan postur tubuh yang proporsional, walaupun ada juga beberapa individu Kacer dengan postur tubuh yang tidak proporsional tapi memiliki mental yang bagus.

Pilihlah Kacer dengan body yang panjang dan ramping tapi padat berisi. Sayap mengapit rapat dikedua sisi tubuhnya. Leher besar dan kokoh. Paruh tebal, panjang dan lurus. Kepala terlihat papak dan lonjong. Kaki tampak kokoh dengan cengkeraman yang kuat. Bulu rapi, mulus dan mengkilap kebiruan jika terkena sinar Matahari.

Perilaku

- Burung tampak aktif dan lincah serta nafsu makannya besar.

- Selalu menatap waspada pada setiap pergerakan manusia disekitarnya.

Setelah mendapatkan bahan Kacer yang prospek, saatnya untuk membentuk dan mengembalikan lagi mental jagoan Kacer tersebut serta menggali kembali semua potensi yang dimilikinya ketika masih berada di alam bebas.

Petawatan awal/masa adaptasi:

• Tempatkan Kacer dikandang yang bersih dan nyaman dengan ukuran yang sesuai untuk Kacer.

• Tempatkan Kacer ditempat yang tenang dan jauhkan dari burung-burung fighter lain yang gacor agar Kacer tersebut tidak stres.

• Sebaiknya pelihara satu ekor Kacer saja dalam satu rumah, jangan memelihara kacer lebih dari satu karena akan melunturkan jiwa fighternya.

• Selama masa adaptasi, manjakan Kacer dengan Pemberian Ekstra fooding (EF) sekenyangnya agar burung merasa senang dan terpenuhi semua kebutuhan nutrisinya.

• Berikan voer setiap hari sebagai pakan utama untuk Kacer, ganti voer setiap tiga hari sekali dengan yang baru agar terhindar dari jamur dan bakteri.

Jika kita ingin agar penampilan Kacer kita tetap stabil, sebaiknya jangan pernah menggunakan voer dengan warna yang mencolok (terang), karena kemungkinan besar voer tersebut memakai pewarna kimia.

Efek negatif yang ditimbulkan memang tidak akan terlihat dalam jangka pendek, namun setelah pemakaian selama beberapa bulan, efek negatifnya akan mulai terlihat. Kacer menjadi tidak stabil dan susah disetting serta banyak permasalahan kesehatan lain yang timbul dari efek pewarna kimia pada voer tersebut.

Untuk menghindari hal itu, sebaiknya memakai voer yang tidak memakai pewarna saja (warna netral), karena akan lebih aman walaupun dikonsumsi Kacer dalam jangka panjang.

Perawatan harian untuk Kacer:

• Embunkan Kacer setiap hari mulai jam 05.00 pagi dan berikan 2 ekor jangkrik, tapi untuk Kacer yang lambat panas sebaiknya tidak usah di embunkan.

• Jam 07.00 Kacer dimandikan dikeramba dan biarkan mandi sampai puas. Sambil menunggu Kacer mandi kandangnya dibersihkan, air minum dan voernya disiapkan.

Untuk intensitas mandi disesuaikan dengan Karakter Kacer, jika karakternya fighter tinggi (emosional) Kacer perlu mandi setiap hari untuk meredam emosinya yang meluap-luap.

Tapi kalau karakternya fighter rendah (kurang emosi) sebaiknya cukup dimandikan 1 atau 2 kali seminggu.

• Setelah selesai mandi, masukkan kembali kedalam kandang harian untuk mengeringkan bulu-bulunya kemudian berikan jangkrik 3 ekor lagi.

• Setelah bulu-bulunya kering kemudian dijemur selama 1-3 jam rutin setiap hari disesuaikan dengan Karakternya. Voer dan air minum sebaiknya tetap diberikan selama penjemuran kalau kita tidak punya waktu untuk mengawasinya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Untuk Kacer tipe fighter tinggi (emosional), durasi penjemuran tidak perlu terlalu lama, jika Kacer terlihat sudah mangap dan gelisah sebaiknya segera di angkat dan dipindahkan ketempat yang sejuk.

Untuk Kacer tipe fighter rendah (lambat panas), durasi penjemuran harus dimaksimalkan untuk mendongkrak emosinya.

• Setelah selesai dijemur, Kacer digantang ditempat yang teduh selama 30 menit. Berikan kroto segar satu cepuk, atau bisa diberikan ulat hongkong (UH) untuk Kacer yang lambat panas.

• Setelah itu Kacer dikerodong, tempel dengan burung-burung masteran atau bisa dimaster dengan Mp3 player.

• Sore hari jam 04.00 buka kerodong, berikan 5 ekor jangkrik lalu angin-anginkan Kacer sampai sore dan dikerodong lagi pada malam harinnya.

Settingan Ekstra fooding (EF) harian untuk Kacer:

• Jangkrik 5/5 pagi/sore (Potong kaki-kaki belakangnya terlebih dulu).

• Kroto segar satu cepuk seminggu 2x.

• Ulat hongkong (UH) diberikan pada saat cuaca dingin saja cukup 5 ekor yang baru ganti kulit.

• Ulat daun pisang (kalau ada bisa diberikan seminggu 1x yang berukuran besar). Sebelum diberikan, dicuci dulu dengan air bersih untuk menghilangkan serbuk putih pada permukaan tubuh ulat.

• Kuning telor ayam kampung rebus, bisa diberikan seminggu 1x (ambil setengah kuning telur lalu dipotong kecil-kecil kemudian ditaruh dicepuk tempat kroto).

• Buah juga bisa diberikan seminggu 2x kalau Kacer doyan. Kalau ternyata Kacer tidak mau mengkonsumsi buah secara langsung, alternatifnya dengan memberikan buah dan sayuran segar terlebih dulu pada jangkrik sebelum diberikan pada Kacer.

Cara melatih stamina Kacer:

• Lakukan penjemuran secara rutin setiap hari untuk melatih nafas Kacer agar bisa panjang.

• Umbar Kacer seminggu 2x dengan latihan terbang bolak-balik dikandang umbaran agar stamina dan fisiknya selalu prima.

Cara melatih mental Kacer:

• Tempel Kacer dengan burung-burung kecil yang gacor setiap hari agar Kacer merasa paling dominan. Burung-burung kecil tersebut selain dimanfaatkan untuk membentuk mental Kacer, juga sekaligus berfungsi sebagai burung masteran untuk memperkaya materi isian Kacer.

• Untuk melatih mental tarungnya, bisa ditrek dengan beberapa Kacer lain seminggu sekali. Pantau perkembangan performanya, apakah sudah maksimal atau belum, kalau dirasa belum maksimal berarti harus dievaluasi lagi kekurangannya.

• Setelah performa Kacer tersebut kita rasa sudah maksimal, sudah saatnya untuk menjajal mental dan performa Kacer tersebut di arena Latber (latihan bersama) dulu agar Kacer memiliki jam terbang yang cukup serta penampilan yang stabil sebelum diturunkan di event yang lebih besar.

Baca juga:

Apa yang dimaksud Kacer tipe panas dan Kacer tipe dingin..??

Cara pemasteran untuk Kacer lapangan dan Kacer rumahan yang efektif

Cara merawat Kacer mabung/ngurak yang tepat

Mp3 suara Kacer untuk memancing Kacer yang macet bunyi

Demikian informasi tentang cara membentuk Kacer agar lebih fighter, gacor dan buka ekor. Untuk informasi lain seputar burung Kacer bisa dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kacer Poci

Infoburungindo Cara Melatih Jalak Kebo Mata Putih Biar Dapat Bicara

Burung Jalak Kebo/Jalak Penyu yaitu salah satu jenis burung kicau yang cepat gacor dan sangat cerewet, bahkan bila telaten melatihnya burung...